Komunitas Gitaran Senja membuktikan produktivitasnya di masa pandemi dengan merilis Album Kompilasi Instrumental

Komunitas Gitaran Senja berfoto bersama saat peluncuran album

MOJOKERTO,- Minggu 22 November 2020 – Pacetoz Cafe, Komunitas Gitaran Senja telah resmi merilis Album Kompilasi Giratan Senja #1 dengan komposisi 12 gitaris bertajuk instrumental gitar. Para gitaris dengan berbagai macam genre meluapkan soul & skill mereka untuk menggambarakan impian, imajinasi, serta pengalaman masing-masing dalam sebuah karya instrumental. “Kenapa kita gak mencoba bikin album sendiri guys?, bosen nih tiap manggung selalu cover lagu orang! Mumpung lagi dirumah aja juga kan?” ujar Firmansyah AKA Bentrok salah satu anggota dari komunitas ini. Alhasil dari diskusi tersebut, Album Kompilasi ini bisa terwujud di masa pandemi Covid 19.

Gitaran Senja adalah sebuah komunitas gitaris yang lahir dari Pacet Band Community di Mojokerto, yang dipunggawai oleh 2 orang gitaris yaitu Andre (Pacet) dan Dhanu (Mojosari) dengan tagline Playing – Sharing – Jamming. Menurut Andre alasan pertama komunitas ini dibentuk untuk memberikan ajang aktualisasi diri bagi para gitaris, terutama para gitaris band yang kurang bisa all out saat manggung bersama band nya, jadi menurut dia ini adalah ajang yang tepat. Selain itu mereka berdua ingin mengembangkan potensi para gitaris dengan belajar & berkarya bersama.

Struktur organisasi: Andre (Ketua), Dhanu (Wakil), Opeck (Marketing), Ade (Creative), Bentrok (Creative), Tercu (Event Organizer) dan Nanda (Event Organizer).

Proses penggarapan 12 lagu tersebut tergolong sangat singkat sekali, yaitu kurang dari 2 bulan. “Kalo kita ada niat & kesungguhan masing-masing pasti bisa Rek!” kata Dhanu, dan proses recording pun berlangsung di rumah salah satu punggawa komunitas ini. Setiap gitaris sudah dijadwalkan untuk melakukan recording & aransemen dengan di dampingi oleh Ade Clent sebagai operator & music arranger. Ade pun mengakui tidak gampang menerjemahkan imajinasi teman2 dalam aransemen masing2 dengan berbagai macam genre.

Setelah proses recording lanjut ke proses mixing & mastering oleh Opeck yang cukup berpengalaman dibidang sound enginering. Di proses ini dia juga tidak kalah rumit, harus menyesuaikan karakter sound, genre dan aransemen dengan waktu yang singkat. Selain merchandise TShirt juga dihandle oleh Opeck, karena kebetulan doi punya usaha sablon kaos.

Cover Depan album Gitaran Senja

Proses CD Album pun masih diprovide mandiri oleh Gitaran Senja (Andre), dari cover design, konten, hingga cetak & burning CD. Jadi kesimpulannya proses Album Kompilasi Gitaran Senja #1 murni karya independen lho, “Saya bangga sekali karena dalam komunitas ini terdapat bebagai macam talenta yang luar biasa, mulai dari recording, mixing, mastering, produksi, merchandise hingga EO bisa kami lakukan secara independen.” ujar Andre – Pak Ketua. Dan hebatnya lagi seluruh dana Album, Merchandise, & Launching Event terakomodir dari penjualan CD Album & TShirt dari para pendukung sekaligus penggemar setia Gitaran Senja.

Komposisi musik pada album ini menyajikan beberapa macam genre yaitu Rock, Metal, Ballad, Pop, dan Blues. “Kami tidak mencantumkan sub genre seperti Metalcore, Funk Blues, dll. Biarkan para pendengar yang menyimpulkan apa sub genre musik kami, karena kami disini juga sama-sama belajar dan masih terpengaruh dengan hero-hero masing-masing, baik band maupun gitaris.” begitu yang disampaikan Opeck, salah satu anggota ber-genre Metal. Intinya mereka mencoba memberikan instrument yang nyaman untuk didengar walaupun dengan tempo musik yang keras.

“Senja selalu bercerita tentang kisah manusia. Beragam cerita tentang tangis dan tawa yang kadang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, dan kami memilih melantunkannya melalui nada dengan jari-jari kita sebagai kata-kata.”

“Sebelas kisah anak bumi dengan beragam irama dalam naungan satu senja. Kompilasi Gitaran Senja #1 adalah dinamika kehidupan yang kami ceritakan melalui karya instrumental. Kami yakin bahwa perjalanan hidup adalah proses yang kekal yang akan dikenang selamanya, seperti proses yang kami lalui untuk menyusun album ini. Semoga setiap nada yang kami lantunkan akan selalu menggema selamanya.”

Cover Belakang album Gitaran Senja

“Terimakasih kami kepada Sang Pencipta yang mengijinkan kami untuk mencipta. Salam kami kepada semua kawan yang sudah berbagi cerita dan suara yang menjelma menjadi semangat yang tidak pernah padam.”

“Kehidupan tidak pernah hampa, tetapi kehampaan adalah awal dari kehidupan. Senja sudah jauh terlewat, tapi kami masih ingin berbicara dengan dia. Bukan dengan kata-kata, tetapi melalui nada.”

“Sampai jumpa esok senja.”

Begitulah cara komunitas satu senjata ini menyampaikan hasil karya mereka pada Album Kompilasi Gitaran Senja #1. Nah, pada penasaran kan kayak gimana sih lagu-lagu Dua Belas gitaris itu? Silahkan diorder gaes CD Album & Merchandise nya, bisa hubungi adminnya langsung di Instagram @gitaransenja.

IG: @gitaransenja
Youtube: Gitaran Senja
CP: 081263360183 (Andre)
081392025856 (Dhanu)

Tinggalkan komentar