Diterpa Badai PHK Covid-19, Keluarga Juru Masak ini Buka Usaha Kaki Lima

Bapak Hariono dan Sandy putranya memasak Chinese Food Halal pesanan langganan ojek online.

SURABAYA, – Pandemi Covid-19 ini mengubah segalanya, PHK tanpa dinyana datang menerpa. Tak dapat dielakkan, kedua tulang punggung keluarga ini kehilangan pekerjaan sekaligus sebagai juru masak di tempat kerjanya masing-masing. Seperti ketika ditemui crew kabarterdepan.com, sore itu di kawasan gang sempit Dharmawangsa 8 no. 31, tampak satu gerobak kecil kaki lima “Sandya Fix Kitchen – chinese food halal” dipadati dengan aktivitas memasak oleh dua orang laki-laki. Dengan di sekelilingnya nampak ojek online antri untuk mengambil pesanan.

Di-PHK karena Covid-19 setelah berkarir 35 tahun.

“Namanya takdir mas, setelah 35 tahun berkarir menjadi juru masak dan terakhir menjadi Executive Chef di restoran Wadung Asri (dekat Juanda), akhirnya tempat usaha saya tutup, bangkrut, dan saya kehilangan pekerjaan” terang Bapak Hariono yang sore itu nampak menggoreng koloke didampingi putranya. “Awalnya saya membuat penganan gorengan, tapi semakin susah laku karena harga bahan bakunya naik terus. Akhirnya ya saya memulai usaha Chinese Food halal ini”, lanjutnya.

Nasi Goreng Mawut, salah satu menu andalan Sandya Fix Kitchen – Chinese Food Halal ketika dicoba crew kabarterdepan.com

Kisah yang tak kalah menyesakkan juga dialami sang putra Sandy Susanto yang baru saja menikah. “Awalnya saya tak menyangka mas kalau di PHK, padahal sebelum pandemi Covid-19 ini saya sudah menjadi Chef di salah satu hotel bintang 5 ternama di Surabaya. Jadi ya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, selain kalau malam membantu bapak memasak di depan rumah ini, pagi sampai sore saya keliling menjajakan penganan popcorn yang saya buat bersama istri saya.” lanjut Sandy.

Sandy meneruskan “Area keliling pemasaran saya di sekitaran Surabaya Timur mulai Dharmawangsa hingga Kenjeran. Alhamdulillah sudah ada 12 warkop yang menjadi langganan saya. Walaupun ya awalnya pasti susah karena mereka kan tidak kenal produk ini.”

Belajar membuat branding dan kemasan sendiri.

Yang membuat crew kabarterdepan.com cukup terkejut adalah ketika Sandy menunjukkan hasil pengemasan produknya yang cukup rapi. “Mulai percobaan membuat kombinasi rasa popcorn seperti : pedas manis, pedas gila, balado, barbekyu, keju, original, manis dan pizza, hingga melabeli dan mengemas pesanan semua saya pelajari sendiri bersama istri, karena kalau untuk konsultasi saya tidak ada dananya”, terangnya.

Nadya, istri Sandy menambahkan, “Seperti dipesankan suami, saya sudah berusaha memasarkan produk ini di medsos seperti instagram dan grup facebook. Pinginnya sih seperti teman-teman lain yang bisa menjual produknya ke luar Jawa. Tapi kok kelihatannya susah sekali ya? Yang jalan malah masih pemasaran kelilingnya mas Sandy”, ujarnya dengan logat jawa yang kental.

Sandy bersemangat menunjukkan kreasi branding produknya “Sandya Fix Kitchen”.

“Apapun hasilnya, semoga dengan perjuangan keluarga kami ini bisa menjadi penyemangat keluarga-keluarga lain yang sama-sama terdampak pandemi. Jangan menyerah karena kita semua sama-sama susah, tapi berjuanglah, Insya Allah akan ada rezeki lain yang akan kita dapatkan.” tukas Sandy mengakhiri pembicaraan.

NB : Instagram “Sandya Fix Kitchen” bisa dilihat di sini.

Tinggalkan komentar