Habib Umar Gelar Pengajian Akbar Ditengah Pandemi Covid-19

Jamaah Dzikir bersama saat sedang digelar

PASURUAN,- Pimpinan Majelis Ta’lim Roudlotus Salaf, yakni Habib Umar Bin Abdullah Assegaf Geram atas tindakan Pemerintah Desa Pulokerto, Kecamatan Keraton, Kabupaten Pasuruan, yang menunda jama’ahnya dalam menggelar Dzikir bersama.

Alhasil, Sabtu (04/07/2020), sekitar pukul 19.00 Wib, kegiatan tersebut terpaksa dipindah tempatkan di kediamannya, di Kelurahan Bendomungal, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Habib Umar mengatakan kegiatan Dzikir bersama terswbut bertujuan untuk meminta kepada Allah supaya diselamatkan dari virus corona.

“Keguatan bertujuan supaya diselamatkan bangsa ini dari segala macam musibah, dijadikan negara yang damai dan aman, kok malah dibatalkan tanpa ada konfirmasi dengan kami juga, ada apa ini” tanya Habib Umar, saat jumpa pers di kediamanya Minggu (05/07/2010) dini hari sekitar pukul 00.45 Wib.

Sebelum acara itu terselenggara, H-5 panitia sudah memberi surat pemberitahuan kepada pemerintah Desa dan Kepolisian setempat, namun akhirnya mengecewakan.

Habib Umar menjelaskan, bahwa penundaan pengajian itu melalui pemerintah desa setempat dikarenakan suasana pandemi Corona, dan kebetulan ada warga sekitar dikabarkan positif.

Namun yang bikin kecewa Habib Umar dan pendukungnya itu adalah menggagalkan secara sepihak. Sebab H-2 pemerintah Desa mengadakan rapat untuk penundaan acara tersebut, tapi dirapat itu tidak mengundang dari pihak panitia Majlis Dzikir tersebut.

Disamping itu yang bikin Habib Umar geram dikarenakan panitia sudah menyiapkan tenda, lampu, empat ribu nasi bungkus konsumsi dan peralatan lainnya, ternyata acaranya ditunda.

Untuk menghindari kekecewaan jamaahnya tersebut, akhirnya Habib umar mempersilahkan jamaahnya itu menggelar jamaah dikediamannya.

“Bayangkan, panitia sudah menyediakan konsumsi 4 ribu nasi bungkus, terop, lampu dan segala macem, ternyata dibatalkan, akhirnya banyak warga yang kecewa,” ungkap Habib Umar.

Selaku pimpinan majelis, Habib Umar tidak menginginkan jama’ahnya timbul polemik meski Warga Desa Pulokerto banyak pengikutnya dibanding dengan yang tidak pro denganya.

Sebelum acara tersebut digelar dikediamanya, Habib Umar sudah menghubungi Polda Jatim, Direktur Intelijen Polda Jatim, Slamet.

“Kata pak selamet kami hanya ikut perintah atasan bib, yang punya wewenang terkait mengizinkan kegiatan itu adalah gugus tugas Covid-19,” kilah Habib Umar seraya menirukan perkataan Kasat Intel tersebut.

Selain Dir Intel, Habib Umar juga menghubungi Kapolres Pasuruan, tapi belum ada respon dan Kasat Intel Polres Pasuruan juga mengarahkan bahwa itu ranahnya Polres Kota Pasuruan.

“Terus saya itu mau diapakan, ngadain dzikir gak diperbolehkan, sebenarnya pemerintah itu harus mengedepankan kepentingan bangsa. Karena Dzikir ini untuk mendoakan bangsa ini supaya terhindar dari bencana, maksiat, perpecahan dan wabah penyakit,” jelasnya.

Ironinya, meski ada larangan atau penundaan, namun warga yang hadir dikediaman Habib Umar tersebut nampak berjubel hingga memadati jalan untuk ikut menggelar Dzikir bersama.

Tinggalkan komentar