200 Kalaksa BPBD Perkuat Sinergi dalam Forum Kepemimpinan Bencana

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Bupati Mojokerto memberikan sambutan dan membuka acara Forum Kalaksa BPBD di Graha Maja Tama Kabupaten Mojokerto. (Innka Cristy Natalia/kabarterdepan.com) 
Bupati Mojokerto memberikan sambutan dan membuka acara Forum Kalaksa BPBD di Graha Maja Tama Kabupaten Mojokerto. (Innka Cristy Natalia/kabarterdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, KabarTerdepan.com – Forum Kepemimpinan Bencana atau Disaster Leadership Forum Kalaksa digelar di Pendopo Graha Majatama, Kabupaten Mojokerto, Kamis (02/10/2025).

Acara ini mempertemukan ratusan kepala pelaksana badan penanggulangan bencana daerah (BPBD)dari berbagai provinsi di Indonesia.

Tercatat lebih dari 200 Kalaksa BPBD berkumpul untuk mendiskusikan strategi kepemimpinan dalam menghadapi bencana. Forum ini menjadi wadah penting untuk bertukar gagasan serta memperkuat peran pemimpin daerah dalam penanggulangan bencana.

Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Timur, Dadang Iqwandi menyebutkan bahwa forum ini menghadirkan tiga narasumber utama.

“Kami berharap para pemimpin bisa menggali ilmu sebanyak-banyaknya, karena momentum ini sangat langka,” ujarnya.

Ia berharap forum tersebut memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi Mojokerto dan Jawa Timur, tetapi juga untuk seluruh bangsa Indonesia.

Penguatan Sinergi BPBD

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra dalam sambutannya menyampaikan bahwa Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) merupakan ruang refleksi sekaligus penguatan sinergi. Ia menegaskan bahwa bencana adalah urusan bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah.

Dalam kesempatan itu, Al Barra juga menekankan pentingnya membangun kesiapsiagaan dari desa hingga tingkat nasional. Menurutnya, Mojokerto sebagai tuan rumah memiliki tantangan geografi berupa banjir, longsor, gempa, hingga aktivitas gunung berapi, terutama di wilayah Welirang.

Lebih lanjut, ia menjelaskan tiga hal penting dalam kepemimpinan kebencanaan, yakni kepemimpinan visioner, kolaborasi, serta inovasi dan adaptasi di era digital. Ia menyebutkan bahwa semangat Bhineka Tunggal Ika menjadi landasan kuat dalam membangun solidaritas kebencanaan.

Al Barra menutup sambutannya dengan mengingatkan bahwa sejarah Majapahit lahir dari tanah Mojokerto, yang dahulu berhasil menyatukan Nusantara. Nilai persatuan itulah yang harus menjadi dasar dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di masa kini. (Innka Cristy Natalia)

Responsive Images

You cannot copy content of this page