19 Proyek SMP Diduga Bermasalah, Kejari Sampang Panggil 70 Saksi

Avatar of Redaksi
SMP
Kantor Kejaksaan Negeri Sampang (fais/kabarterdepan.com)

Sampang, Kabarterdepan.com – Penelusuran dugaan penyimpangan proyek pembangunan gedung sekolah di Kabupaten Sampang terus meruncing.

Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang disebut telah masuk dalam proses pencarian dua alat bukti oleh pihak kejaksaan, menyusul temuan bangunan di 19 titik SMP yang dinyatakan tidak layak oleh ahli konstruksi. Proyek tersebut diketahui bersumber dari dana DAU dan DAK.

Temuan Lapangan di SMP: Bangunan Tidak Layak hingga Penggunaan Material Tidak Sesuai

Salah satu temuan paling mencolok berasal dari sebuah sekolah SMP yang diketahui tidak menggunakan besi sebagaimana standar teknis konstruksi.

Lebih mengejutkan lagi, bagian yang seharusnya menggunakan enam batang besi justru hanya ditemukan satu batang, sementara cor bangunan menggunakan kayu sebagai pengganti struktur yang semestinya diperkuat logam.

Hingga kini, sedikitnya 70 saksi telah dipanggil, termasuk sejumlah pejabat yang disebut berpengaruh di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sampang.

Pemanggilan besar-besaran ini dilakukan untuk mengurai dugaan praktik curang dalam pengerjaan proyek pendidikan tersebut.

WhatsApp Image 2025 12 07 at 2.22.18 PM

Di tengah proses pemeriksaan, beredar isu bahwa sejumlah oknum Kejaksaan Negeri Sampang diduga meminta uang kepada beberapa pemilik CV yang terlibat dalam proyek tersebut.

Menjawab isu tersebut, Kasi Intel Kejari Sampang, Diecky, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir tindakan yang mencederai integritas lembaga penegak hukum.

“Kalau ada petugas atau pegawai Kejari yang melakukan hal tersebut, laporkan langsung ke kejaksaan. Akan kami tindaklanjuti dan kami tindak tegas siapa pun pegawai yang melakukannya,” tegas Diecky saat ditemui kabarterdepan.com, Senin (8/12/2025).

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa Kejari Sampang ingin memastikan proses hukum berjalan transparan dan tidak dinodai praktik liar yang dapat mengganggu penyidikan.

Sementara itu, proses pengumpulan alat bukti terus dilakukan. Sumber internal menyebutkan bahwa tim penyidik tengah memperdalam analisis konstruksi dari ahli serta memetakan aliran anggaran dari setiap titik proyek untuk memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana korupsi.

Masyarakat Sampang menantikan hasil akhir dari proses yang mulai menarik perhatian publik ini. Kejari Sampang menegaskan akan menyampaikan perkembangan resmi setelah pengumpulan bukti dianggap cukup. (Fais)

Responsive Images

You cannot copy content of this page