
Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Genap sepekan pasca-runtuhnya bangunan baru musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, jumlah korban yang berhasil dievakuasi tim SAR gabungan terus bertambah. Data terkini per Senin (6/10/2025) malam mencatat total 168 korban, terdiri atas 104 orang selamat dan 64 orang meninggal dunia.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, mengungkapkan pembaruan informasi evakuasi korban pada Senin pukul 18.18 WIB. Dari jumlah tersebut, sebanyak enam bagian tubuh (body part) juga ditemukan dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi.
“Dari asesmen awal BNPB dan tim SAR gabungan, sektor A2 menjadi area dengan temuan korban terbanyak,” ujar Syafii dalam keterangan resmi, Senin malam.
Syafii merinci, sepanjang Senin proses pencarian dimulai dari korban ke-67 yang dievakuasi pada pukul 03.36 WIB hingga korban ke-77 pada pukul 18.13 WIB. Seluruh korban ditemukan di sektor A2 melalui proses ekstrikasi. Dari total 168 korban yang berhasil dievakuasi, 77 di antaranya merupakan hasil kerja tim SAR gabungan.
Dengan pencapaian ini, diperkirakan masih ada tiga korban yang belum ditemukan. “Jumlah ini masih bersifat sementara berdasarkan daftar absensi yang disampaikan pihak pondok pesantren,” tambahnya.
Selain itu, update terbaru juga menyebutkan sebanyak 99 korban masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit rujukan. Empat orang dalam kondisi kritis, sementara sebagian korban lain telah diperbolehkan pulang.
Fokus Evakuasi Al Khoziny
Syafii menegaskan, proses evakuasi hingga kini difokuskan di sektor A1 dan A2, area yang masih dipenuhi tumpukan beton dari bangunan baru yang menimpa bangunan lama.
“Pembersihan puing dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan kerusakan tambahan di sekitar lokasi,” ujarnya.
Tragedi runtuhnya musala tiga lantai Ponpes Al Khoziny ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar pesantren dan masyarakat luas.
Hingga kini, ratusan personel gabungan masih dikerahkan, bekerja siang dan malam untuk memastikan seluruh korban tertangani.
