10 Penyandang Disabilitas Asal Jember dapat Bantuan Kaki dan Tangan Palsu Dari Kemensos RI

Avatar of Redaksi
Screenshot 20250906 090448
Salah satu warga Jember yang menerima kaki palsu. (Lana Rumanta/kabarterdepan.com)

Jember, kabarterdepan.com-
Kemensos RI dan Yayasan Disabilitas Kahatma Bali melakukan bakti sosial bekerja sama dengan dinas kesehatan dan Dinas Sosial Jember memberikan bantuan gratis untuk 10 penyandang Disabilitas di Kabupaten Jember, Jumat (5/9/2025).

Salah satu penera bantuan kaki palsu adalah Alfiah, asal Dusun Darungan Kecamatan Tanggul. Ia senang setelah menerima bantuan kaki palsu kiri bawah lutut (trans-tibial) dari Pemkab Jember melalui RS dr Soebandi Jember, Jumat (5/9/2025) sore..

Alfiah berterima kasih kepada Bupati Jember Muhammad Fawait karena melalui program UHC ini dirinya mendapat bantuan kaki sebelah kiri. Dengan terpasangnya kaki sebelah kiri paling tidak mempermudah aktivitas Alfiah dalam kehidupan sehari hari.

“Awalnya kami didatangi oleh petugas Dinsos Kabupaten Jember untuk didata , Alhamdulilah kami dapat,” katanya dengan wajah ceria.

Sementara Dr. dr Ulfa Elfiah, Sp.BPRE (Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik) dan konsultan mengatakan kegiatan peduli kesehatan Pro Gus’e ini merupakan tindak lanjut program Gus’e dalam memberikan layanan kesehatan untuk masyarakat Jember dan sekitarnya melalui UHC yang sudah dilauncing pada 1 April 2025 .

“Ada sejumlah kegiatan bakti sosial di bidang kesehatan, diantaranya operasi bibir sumbing, Bibir langit, mata katarak dan pemberian bantuan kaki palsu dan tangan palsu untuk 10 penyandang disabilitas,” ujar dr Ulfa.

Ulfa menerangkan, untuk operasi sumbing bibir dan langit ini disuport oleh NGO dari Amerika serikat dan gratis.

Dia katakan dari 10 pasien peserta bibir sumbing hanya 5 pasien yang lolos secrening. Sedangkan sisanya 5 pasien yang tidak lolos karena ada sejumlah masalah kesehatan.

Sementara untuk kaki palsu dan tangan plasu, sebenarnya pendaftaran mencapai 42 pasien. Namun untuk tahap awal hanya 10 pasien yang berhak menerima..

“10 penerima bantuan tangan dan kaki palsu ini sesuai pendataan yang dilakukan Dinsos. Kemudian sisanya yang 32 pasien nunggu giliran,” ujarnya. (Lana)

 

Responsive Images

You cannot copy content of this page