1.263 Calon Jemaah Haji Jombang Segera Terbang, Ini Pesan Penting Agar Tak Salah Langkah di Tanah Suci

Avatar of Redaksi
jombang
Bimbingan manasik haji terintegrasi oleh Kemenag Jombang. (Karimatul Maslahah/Kabarterdepan.com)

Jombang, kabarterdepan.com – Persiapan menuju Tanah Suci mulai memasuki babak akhir. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menggelar bimbingan manasik haji terintegrasi dengan tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan” yang dipusatkan di beberapa titik, termasuk Gedung Serbaguna Desa Ploso.

Di balik antusiasme ratusan jemaah haji dari lima kecamatan, terselip instruksi krusial mengenai keselamatan yang wajib dipatuhi saat berada di Mekkah nanti.

1.263 Jamaah Jombang Masuk Kloter 60–63

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, mengungkapkan bahwa tahun ini sebanyak 1.263 jamaah asal Jombang telah resmi terdata untuk berangkat. Seluruh jamaah tersebut akan dibagi ke dalam kloter 60, 61, 62, dan 63.

“Untuk jamaah haji yang berhak berangkat di tahun 2026, totalnya sebanyak 1.263 orang. Kami akan segera menyusun jadwal pemberangkatan secara rinci, mulai dari jam berapa jamaah masuk ke pendopo hingga keberangkatan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya,” tegas Ilham saat menjelaskan kesiapan logistik dan administrasi, Selasa (17/2/2026).

Ilham juga mengingatkan bahwa manasik ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bekal mutlak bagi jamaah agar tidak bingung saat menjalankan ritual ibadah.

“Pemahaman yang baik akan memperdalam penghayatan spiritual dan kesungguhan dalam menjalankan setiap ritual. Untuk itu, kegiatan manasik haji sangat penting diikuti agar jamaah paham dan mengerti rangkaian ibadah haji mulai dari Tanah Air hingga ke Tanah Suci,” tambahnya.

WhatsApp Image 2026 02 17 at 2.00.04 PM

Di sisi lain, Pembimbing Jamaah Haji, Muhajir, memberikan peringatan keras terkait kondisi fisik jamaah pasca puncak haji di Armuzna. Ia menyoroti pentingnya menjaga stamina dan tidak gegabah melakukan Tawaf Ifadah sebelum moda transportasi siap.

“Di Mekkah nanti, agenda utamanya adalah Tawaf Ifadah dan Tahallul Tsani. Begitu pulang dari Mina menuju hotel di Mekkah, kami berharap kondisi kesehatan jamaah tetap terjaga. Untuk menuju Masjidil Haram, kita akan menunggu bus sholawat beroperasi,” jelas Muhajir.

Pesan Muhajir ini menjadi catatan penting agar jamaah tidak terjebak dalam ambisi mengejar keutamaan ibadah namun justru membahayakan nyawa.

“Mari kita ikuti arahan petugas kloter dan jadwal yang sudah ditentukan. Jangan memburu afdholiyah yang justru membahayakan keselamatan. Menjaga keselamatan lebih utama. Semoga jamaah haji Indonesia senantiasa selamat dan pulang membawa predikat haji yang mabrur,” pungkasnya.

Sesuai jadwal, ribuan jamaah ini akan diberangkatkan secara bertahap pada 6 hingga 7 Mei 2026. Dengan skema haji ramah lansia, Kemenag berkomitmen mengawal setiap jamaah agar bisa beribadah dengan lancar tanpa kendala fisik yang berarti. (Karimatul Maslahah)

Responsive Images

You cannot copy content of this page