
Surabaya, Kabar Terdepan.com– Bagi motor tidak bertuan atau yang tidak diambil oleh pemiliknya di Bazar Pengembalian Barang Bukti Motor Curian, rencananya akan disumbangkan ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai bahan praktik untuk pembelajaran
Pemkot Surabaya Salurkan Bantuan Pendidikan Rp350 Ribu per Bulan ke Siswa Kurang Mampu
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan penyerahan motor tidak bertuan ini akan dilakukan setelah melewati beberapa tahapan upaya pengembalian motor kepada pemiliknya.
“Untuk barang bukti yang tidak diambil, nanti akan kami pastikan dulu ke pemilknya,” kata Luthfie pada Senin (26/1/2026).
Lebih lanjut, upaya pengembalian motor kepada akan dilakukan dengan mengirim surat kepada pemiliknya. Surat tersebut terdapat data kendaraan seperti nomor rangka, nomor mesin, maupun pelat nomor atau data yang telah dihimpun oleh Satlantas.
“Kami akan bersurat kepada alamat yang tertera, untuk bisa mengambil. Tetapi memang, ada beberapa kendaraan yang tidak bisa teridentifikasi itu karena nomor rangka dan mesinnya sudah rusak. Sehingga tidak bisa terbaca,” tambahnya.
Polrestabes Surabaya Pastikan Motor Curian yang Tak Diambil Pemilik Dimanfaatkan untuk Pendidikan SMK
Jika upaya pengembalian barang bukti sudah ditempuh, namun pemiliknya juga tidak kunjung mengambil kendaraan, maka motor tak bertuan tersebut akan disumbangkan ke murid-murid SMK untuk dijadikan bahan praktik.
Menurutnya, daripada motor tersebut harus dimusnahkan, lebih baik dimanfaatkan oleh murid-murid SMK untuk latihan dan mengembangkan keahlian.
“Jadi daripada sekadar dimusnahkan, kita berpikir kalau kendaraan yang memang tidak bertuan atau tidak teridentifikasi ini, bisa dimanfaatkan oleh anak-anak SMK untuk latihan dan mengembangkan ilmunya di situ,” tambahnya.
Dalam Bazar Pengembalian Barang Bukti Motor Curian, Polrestabes mengamankan sebanyak 1.050-an motor curian hasil tindak kejahatan. Motor-motor tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sejak Januari 2025 lalu.
Sehingga bagi pemilik yang belum bisa mengambil kendaraannya saat bazar berlangsung, dapat diambil di lain hari, tidak harus terpaku pada jadwal yang ditetapkan.
“Jadi memang jadwal ini tidak harga mati ya. Kalau misalnya nanti masyarakat da yang terkendala karena sedang kerja dan lain-lain, nanti bisa diambil di luar hari ini atau mungkin di luar jam dinas. Kami tetap akan layani,” pungkasnya.(Husni)
